Sabtu, 29 Februari 2020

PERTEMUAN WALI SANTRI PONDOK PESANTREN AL ALIF

Blora, 29 Febuari 2020. Pertemuan Rutinan Yayasan Pondok pesantren Al Alif dengan Wali Santri diberlangsung dengan hikmat.
Acara tersebut dilaksanakan untuk mempererat Tali silahturohmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Al Alif Blora dengan Semua Wali murid Agar lebih dekat.

acara dimulai sejak pukul 10.00 pagi sampai dengan pukul 12.30.
berikut Susunan Acaranya.
Indonesia
1. pembukaan
2. Laqodaja
3. Kepala Mts MTs Plus Al Alif
4. Kepala SMK AL ALIF
5. Abah. berdoa
6. penutup.
dalam Sambutan Kepala MTs Al Alif Memberikan Semangat dan motivasi. Kepada Wali Santrinya untuk semangat memberikan dukungann pada Anak-anaknya Khususnya Wali Kelas IX yang sebentar Lagi menghadapi Ujian UNBK. UAMBN . beliau berharap dan mohon doa restu Agar kegiatan Ujian bisa berjalan Lancar Amin.

Selanjutnya Sambutan Kepala SMK Al Alif.
memberikan pengumuman UNBK SMK, Dan persiapan UKK yang sebentar lagi akan di Laksanakan, Begitu juga memohon untuk memberikan motivasinya kepada Anak-Anaknya. Agar belajar lagi dengan lebih giat. agar sukses Acara UNBK.
tak Lupa Beliau Juga mohon doa restu kepada Semua Orang tua selaku wali santri untuk mendukung kegiatan SMK.

Selanjutnya Acara paling inti oleh KH. Muhammad Nasir. selaku pengasuh pondok pesantren beliau sangat Apresiasi kegiatan ini.

@bossbiratv.
Maidoh Khasanah Oleh Pengasuh PP. Pesantren Al Alif Blora. 

Rabu, 26 Februari 2020

Pantun Cinta

Pergi Kepasar Membawa Boneka
Tidak Lupa Membeli Baju
Walaupun Sudah membuat Hatiku Luka
Aku Tetap Mencintaimu

Memancing Ikan Di Tepi Kali
Sambil Berteduh dirumput Bambu
Meski Sudah Berkali - Kali
Kau kan Selalu Mau Mendapatkan Cintamu.

Makan apel di siang Hari
Apel dimakan sambil minum kopi
biar pun hatimu hanya untuk ku
Tapi Cinta ini tidak hilang untukmu...

Malam ini malam jum'at.
Jangan Lupa Beli Manggis
Kalau Abang sedang Kumat

( karya : Ayu ummu Hamdanah)
Bapak Nur Halim ibu Eni Purwanti.
Alamat. Ds. Karanganyar Kec. Todanan
Kab. blora.

 Siswi Mts Plus Al Alif Tunjungan Blora

Senin, 18 September 2017

PEMBUKAAN LIGA SANTRI NUSANTARA



Birin stafdata
Liga Santri Nusantra (LSN).
Regelion 1 Grup. Resmi
Blora Sebagai Tuan Rumah untuk Kedua Kalinya yaitu pada tahun 2016 dan 2017. Pada tahun 2016 diadakan di Lapangan Bataliyon yonif 410 Blora, Pada kali ini tahun 2017 diselenggarakan Atas kerja sama Pemerintah Kab. Blora diStadion Kridosono, Jl.Rayawali Blora.
 Dalam pembukaan Liga Santri Regelion 1 Grup Di buka Langsung Oleh Bupati Blora , Bapak H. Djoko Nugro . Dalam Sambutanya Bupati Blora " Kedepan Semua Pondok Pesantren Harus Hadir ikut Meramaikan Liga Santri Ini   dan Tahun depan dibuat lebih ramai Lagi... supaya para santri bisa menunjukan pada dunia bahwa santri bisa main sepak bola dengan baik... jadi team Nasional.  Spt M.muhammad Rafli santri dari Pondok pesantren Banten. Kita ciptakan rafly berikutnya

Dalam Liga Santri Nasional Kali ini dikuti  13 Klub. Masing- Masing dari Kab. Blora, Grobogan, Jepara Kudus, Pati, Rembang, Demak.
Pada Saat Final  Regional Satu Yaitu Juara 1 dan Ranner Up Juara Grup A dan B . Akan digelar di bumi Kartini Jepara . Distadion Kamal Junaidi .
Dan Selanjutnya Yang Juara Akan Lolos Mengikuti  Tingkat Nasional Mewakili Jawa Tengah Pada Bulan Oktober 2017. DiBandung

Dalam Laga Lsn dimulai Tanggal 15 -17 September 2017
Di ikuti 13 Team. Kali dalam laga pembukaan Antara Al Alif FC. Vs  RMB Balek Kambang Jepara .
 pertandingan  Al Alif FC. Dan RMB FC Berjalan dengan baik . Pada babak pertama  pertandingan 0:0 Hingga pada menit ke -60 Akirnya gawang Al Alif KebobolanSatub0 - 1r seSlang beberapa Menit,  Al Alif FC. Bisa  Menyamai kedudukan 1-1 . Hingga Menit terakir kedudukan Masih Imbang ... selanjutnya Diadakan Adu finalti  hasil Akirnya  Yang Lolos keputaran berikutnya adalah RMB FC. Setelah Menang 4: 2 Atas Al- Alif.

Rabu, 23 Agustus 2017



Perkumpulan Pandu / Kepanduan di Indonesia  adalah jelmaan dari organisasi Padvinder / Padvinderij dari organisasi yang sama di negeri Belanda sedangkan Panvincer / Panvinderij merupakan jelmaan Boy Scout / Scouting yang di Inggris berdasarkan buku  Scouting for Boys karangan Baden Powell.
            Oleh orang Belanda S.P Smidth, di Batavia (Jakarta) dibentuk Padvinder untuk anak-anak orang Belanda dengan nama Nederlands Indesche Padvinderij Vereniging  (NIPV) pada tahun 1912. Antara tahun 1912 – 1916 di Solo  Pangeran Mangkunegoro IV membentuk Javasche Padvinderij Organisatie (JPO) untuk anak-anak kerabat Mangkunegoro, inilah organisasi pandu pertama Indonesia. Pendirian JPO ini membuat para remaja dan pemuda daerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang pada waktu itu dianggap sebagai salah satu cara perjuangan dalam usaha mencapai kemerdekaan. Mulailah berdiri organisasi serupa seperti Hisbullah Wathan Padvinderij (HW) dibawah organisasi Muhammadiah, Serikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP) dibawah partai Serikat Islam, Suryawirawan Padvinderij dibawah Taman Siswa, Jong Java Padvinderij (JJP), Nationalle Islamitische Padvinderij (NATIVIJ) dan sebagainya.
            Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo  20 Mei 1908, lalu peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasinal kita semakin bergerak maju.Walaupun mengadopsi ajaran Badaen Powell, Padvinder di Jawa tidak sama dengan Padvinder Belanda dan Boy Scout di Inggris,. Organisasi di Inggris dan Belanda di samping melatih  pesertanya / anggotanya untuk membangun persaudaraan dan mengajarkan keterampilan juga menanamkan kesadaran berbakti terhadap Raja, sedangkan Padvinder Jawa menanamkan kesadaran berbangsa  dalam rangka perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
            Karena adanya program perjuangan kemerdekaan, maka pemerintah Hindia Belanda melarang menggunakan istilah Padvinder sebagai organisasi kepanduan kita dan membubarkannya bagi yang bernaung sibawah partai politik , organisasi kemasyarakatan, dan tidak bolah melakukan kegiatan. Adanya larangan tersebut untuk menggunakan istilah padvinder, maka dengan cerdik KH AGUS SALIM menciptakan istilah PANDU dimana organisasi tersebut dikemukakan pertama kali dalam Kongres SIAP tahun 1908 di Kota Banjarnegara, Banyumas, Jateng (Sehingga KH Agus Salim dikenal sebagai Bapak Pandu Indonesia )
            Dengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia maka timbullah niat menggerakan persatuan organisasi kepanduan. Pada tahun 1930 dengan adanya INPO ( Indonesische Padvinders Organizatie ), PK ( Pandu Kesultanan ), PPS ( Pandu Pemuda Sumatera ),menjadi satu organisasi yaitu KBI  (  Kepanduan Bangsa Indonesia ) .
            Pandu Indonesia pertama kali mengikuti Jambore Dunia V di Volegenzang, Belanda di tahun 1937 ( Pandu Hindia Belanda ). Kemudian tahun 1931 terbentuk pula sebuah federasi yang menamakan Persatuan antar Pandu-Pandu Indonesia  (PAPS)  yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938.
            Selain sebagai organisasi kader pandu dan kepanduan dapat juga dipandang sebagai organisasi kependidikan  yang menyelenggarakan pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang dalam undang-undang pendidikan di sebut ” Pendidikan Non Formal ”, sehingga lengkaplah misi kepanduan menjadi  tiga, yaitu :
1.         Membangun persaudaraan
2.         Melatih keterampilan
3.         Menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk merebut kemerdekaan
Adanya tiga misi tersebut pemerintah Hindia Belanda merasa kedudukannya akan terancam, oleh karena itu pandu dan kepanduan senantiasa di awasi sampai masuknya Jepang ke Indonesia.
            Pada masa pendudukan Jepang organisasi ini dilarang dan mereka membentuk Seinedang dan Keibodang sebagai wadah kegiatan pemuda / pelajar di luar sekolah. Namun jiwa pandu dengan selogan ”Sekali Pandu Tetap Pandu” . Oleh karena itu 4 bulan setelah Proklamasi  Kemerdekaan, tanggal 28 Desember 1945 di Solo berdiri Pandu Rakyat Indonesia, sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di wilayah Negera Republik Indonesia. Tetapi setelah parpol dan ormas lahir maka  banyak pandu dan kepanduan yang bernaung dibawahnya. Sehingga sampai dengan tahun 1959 tercatat 100 organisasi pandu. Upaya untuk mempersatukan pemuda-pemuda tersebut hanya berhasil terbentuknya IPINDO ( Ikatan Pandu Indonesia ) tanggal 12 September 1951, POPPINDO ( Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia ) yang terbentuk tahun 1954 dan PKPI ( Persatuan Kepanduan Putri Indonesia ). Tahun 1951 IPINDO menyelenggarakan Jamnas I di Pasar Minggu Jakarta.
            Adanya perpecahan organisasi pemuda tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya perselisihan dikalangan generasi muda, maka ke tiga federasi diatas melebur menjadi satu menjadi PERKINDO ( Persatuan Kepanduan Indonesia ), tetapi hanya 60 organisasi pandu saja yang bergabung dari 100 organisasi yang ada.
            Di dalam faederasi tersebut sebagian 60 organisasi anggota Perkindo terutama yang sebagai Underbow Orsospol atau ormas tetap berhadap-hadapan berlawanan satu dengan yang lain, sehingga tetap terasa lemahnya gerakan kepanduan Indonesia. Kelamahan ini  ingin dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksan gerakan kepanduan di Indonesia menjadi gerakan pioneer mudaseperti di  negara-negara komunis.
            Atas dasar kekhawatiran tersebut MPRS mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : IX/MPRS/1959 antara lain menetapkan agar organisasi kepanduan di Indonesia diperhatikan. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut tanggal 9 Maret 1961 Bung Karno berpidato di Istana Merdeka meminta agar kepanduan di Indonesia dibebaskan dari paham Baden Powellisme dan untuk  itu perlu dibentuk organisasi baru dengan nama PRAMUKA (Praja Muda Karana) untuk tugas tersebut dengan Kepres RI  Nomor 121 tahun 1961 dibentuk Panitia Pembentukan Pramuka yang terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Dr. A. Azis Saleh, Prof. Dr.Priyono, Ahmadi   kemudian ditambah dengan Mulyadi Joyomartono.
            Masyarakat awam banyak tidak mengetahui pada saaat pembentukannya telah terjadi ”Perebutan” antara kelompok Sosialis di bawah pimpinan            Prof. Dr.Priyono dengan kelompok Pancasila dibawah pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang akhirnya dimenangkan oleh kelompok Pancasila dengan dikeluarkanya Kepres RI nomor : 238 tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 tentang pembentukan Pramuka bukan Pioneer muda  yang diperjuangkan kelompok sosialis / komunis. Kepres RI tersebut ditandatangani oleh Ir. H. Djuanda selaku Pjs. Presiden , karena saat itu Bung Karno sedang berada di luar negeri.
            Berdasarkan Kepres RI  Tentang pembentukan Gerakan Pramuka tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono IX beserta anggota panitia lain menyusun personalia Kwarnas, dimana    Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwarnas Pertama (dijuluki Bapak Pramuka Indonesia)  dan Dr. A. Azis Saleh sebagai Sekjend Kwarnas Pertama Gerakan Pramuka, yang kemudian dilantik oleh Presiden RI pada  tanggal 14 Agustus 1961 ditandai dengan penyerahan  / peanugrahan Panji Gerakan Pramuka ( Semacam Bendera ) dengan logo TUNAS KELAPA. Mulai saat itu tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka dan Bung Karno selaku Presiden RI sebagai Pramuka tertinggi (Sekarang : Presiden RI sebagai Pramuka Utama). Sejak itu dibentuk  Kwarda Gerakan Pramuka di Provinsi-provinsi Indonesia termasuk Provinsi Riau
Sebagai penerus  perjuangan Kepramukaan Kami selalu Mengaktifkan, Mengikuti kegiatan Pramuka di SMK Al ALIF . Sekolah yang dibawah bimbingan Alim Ulama yaitu dibawah Pengasuh KH. MUHAMMAD NASIR. Yang beralamatkan di Pondok Pesantren Al Alif . Jl.Gatot Subroto Km.03 Blora . Dk. Setro Ds. Tamanrejo Kec. Tunjungan Kab. Blora Prov. Jawa tengah 58252 .  
Semoga artil ini bermanfaat bagi kita semua baik 
di dunia Akirat Amin... 

Selasa, 17 Januari 2017

SMK BERBASIS PONDOK PESANTREN

Yayasan Pondok Pesantren Al- Alif Blora adalah Sebuah lembaga pendidikan yang mengikuti Ajaran Ahlussunah Waljammah yang mempelajari  kitab-kitab salaf, dunia Tasawuf, dan dunia pendidikan formal non Formal ..
di Era saat ini pondok pesantren merupakan wadah penerus para ulama, para wali-wali Agung Sehingga wajib untuk dilestarikan Untuk mencetak generasi yang Ulamanya, Cinta rosulnya dan cinta kepada Alloh SWT.
Pendidikan pesantren saat ini mulai berlomba - berlomba mendidik santrinya untuk memperoleh ilmu dunia dan akiratnya.